Berikut adalah garis besar periodisasi sejarah bahasa indonesia
1.
Periode
Pertama
Bahasa Melayu tertua yang dapat di selidiki yaitu bahasa melayu
pada peningglan kerajaan sriwijaya di atas 4 buah batu bersurat (Prasasti).
Keempatnya di temukan di palembang,jambi dan bangka. Berisi pagam yang
bertuliskan huruf2 sriwijaya dari huruf hindu. Sriwijaya saat itu selain
menjadi pusat politik di asia tenggara menjadi pusat ilmu pengetahuan juga
terutama di kalangan agama budha.
2.
Periode
Kedua
Pada masa malaka
abad ke 15 menjadi pusat perdagangan, bahasa, dan kesusastraan melayu.
Sedangkan pada saat itu perdagangan dan agama Islam berkembang pesat sehingga
bahasa melayulah yang di pakai sebagai bahasa pengantar.
3.
Periode
Ketiga
Masa di bangunnya
kembali kesusatraan melayu di Johor.
Kesusastraan dari Johor inilah yang di sebut kesusastraan melayu. Bahasa
yang di gunakan adalah bahasa Melayu Johor.
4.
Peridoe
keempat
Abad ke 19 masa Pujangga
Abdullah
bin Abdul Khadir Munsyi, keturunan Arab. Dari buku-buku peninggalannya
seperti hikayat ‘Abdullah’ dan syair ‘Perihal Singapura dimakan Api’ terlihat sifat
karangannya tidak lagi istana sentris. Sehingga abdullah di anggap sebagai
pembaharu kesusastraan melayu.
5.
Periode
kelima
Abad ke 20 masa
perkembangan bahasa melayu menuju bahasa Indonesia. Fakta
yang mempengaruhinya adalah pergerakan politik. Selain dari pada persatuan
dalam cita2 dan semangat perjuangan, di perlukan suatu alat pemersatu yaitu
bahasa. Setelah dikumandangkan sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928
negara2 tetangga mengakui bahwa bahsa Indonesia telah berjasa mempercepat
persatuan bangsa. Bahasa Indonesia yang kini telah di pakai oleh bahasa
Indonesia sebagai bahasa resmi di negaranya dan bahasa perhubungan atau pergaulan
setiap hari berasal dari bahsa melayu. Pada hari sumpah pemuda di resmikan
suatu bahasa nasional Bahasa Indonesia yang sebenarnya adalah bahasa melayu.
Nama baru ini yaitu bahasa Indonesia bersifat politis, sejalan dengan nama negara merdeka
yang di idam-idamkan semua politis sifatnya karena dengan
rasa bersatu yang di timbulkannya, semangat untuk berjuang bersama-sama dalam
mengejar kemerdekaan lepas dari penjajahan akan lebih membara. Bahasa
Indonesia lebih merasa terkait dalam satu ikatan karena merasa: satu tanah air
satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Bahasa Indonesia
mengalami proses penyerapan berupa :
·
Terjemahan
: menerjemahkan bahsa asing
·
Adopsi
: mengambil bahsa asing secara utuh
·
Adaptasi
:mengambil bahsa asing lalu di sesuaikan dengan penggunaan bahasa Indonesia
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
Komentar
Posting Komentar